Selalu rindu dengan keceriaan saat kita bersama…i love you all for a thousand years…
Jumat, 26 April 2013
Hari ini aku bertugas untuk membimbing anak-anak ekstrakurikuler Club sains di salah satu sekolah model SDP (School Develovement Program) tempatku bekerja. Sebetulnya club ini bukan binaanku, melainkan binaan partner kerjakau, namun berhubung partnerku sedang cuti jadi aku yang membimbing untuk kegiatan rutin hari ini. kegiatan kali ini membahas tentang gejala Kapilaritas. setiap anak di minta untuk penelitian di rumahnya masing-masing. ketika pembahasan aku sengaja memancing anak-anak untuk memberikan contoh lain dalam kehidupan nyata tentang gejala kapilaritas.
aku : ya, jadi gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari misalnya peristiwa minyak tanah yang meresap melalui sumbu kompor, dinding yang basah di saat hujan turun. kira-kira apalagi selain contoh yang ibu sebutkan barusan?
Anjani (salah satu siswa anggota club sains) : *sambil ngeloyor bolak-balik memperhatikan penelitiannya* Ngompoooooooolll (sambil teriak)
aku: *menahan tawa dalam hati* iya bisa…apa lagi?
(Masih) Anjani : Ngileeeeeeerrrrr (sambil teriak)
Aku: wakakakakak…*kemudian langsung inget kalo sekarang lagi ngajar dan langsung tutup mulut nahan ketawa* iya itu juga bisa…
kemudian aku langsung menjelaskan dampak positif dan negatif dari peristiwa gejala kapilaritas tersebut…dan dilanjutkan menutup kegiatan sore itu dengan memulangkan anak-anak lucu itu.
sungguh, sangat menyenangkan sekali saat itu, pemikiran yang polos dari anak-anak bisa sangat menghibur di tengah kegiatan yang sangat ‘serius’ ini. rasa lelah setelah seharian beraktifitas menjadi tidak terasa dengan tingkah polos mereka. Rabbi, terimakasih atas segala karuniamu :)
“Apa cita-citamu?”
Satu pertanyaan di masa kecil yang biasa di lontarkan banyak orang pada seorang anak yang beranjak besar. Dan biasanya jawaban standar akan di berikan oleh sang anak, “aku ingin menjadi dokter!” ada juga yang menjawab insinyur ataupun polisi, dan jawaban-jawaban profesi standar yang biasa dikenalkan oleh lingkungan mereka. Aku sendiri ketika kecil bercita-cita menjadi seorang akuntan. Pengaruh dari sang bapak yang seorang pekerja perkebunan pemerintah yang bertugas di bagian tata usaha. Aku sangat senang dengan kegiatan pembukuan yang dilakukan bapak, mungkin karena aku melihat bapak sangat menikmati pekerjaannya, sehingga aku berfikir pekerjaan itu sangatlah menyenangkan. Selain itu karena seorang TU mengerjakan penghitungan uang, maka seketika otakku berfikir kalau seorang TU ataupun akuntan memiliki banyak uang. Di otakku saat itu sudah menyusun rencana, ketika aku banyak uang maka aku akan melakukan banyak hal dengan keluargaku…indaaaaaaahhh sekali saat menyusun “mimpi” itu…
Lain halnya dengan adikku. Dia sangat ingin sekali menjadi seorang dokter, secara kemampuan berfikir dia sangat mampu…namun sayang kemampuan financial keluarga kami yang tidak mendukungnya untuk menjadi seorang dokter. Maklum pendidikan di Negara kita masih sangat mahal, hmmm untuk menjadi seorang yang hebat di negaranya saja sangat sulit, mungkin karena itulah di Negara kita banyak sekali orang hebat yang yang tidak ‘terlihat”. Tapi ya sudahlah…bukan segala penyesalan yang ingin aku ceritakan disini…kembali lagi ke mimpi masa kecil. Apa yang ada di benakmu ketika ditanya tentang cita-cita?
Ketika beranjak dewasa pemikiran mulai berubah, namun cita-citaku tetap ingin menjadi seorang akuntan dan suatu hari kelak menjadi seorang pengusaha walaupun belum tahu ingin menjadi pengusaha apa kelak. Lagi-lagi ternyata garis takdir berkata lain. Aku tidak bisa mengenyam pendidikan yang sesuai dengan keinginanku untuk mendukung menjadi seorang akuntan. Garis takdir menuntunku untuk berkarir menjadi seseorang yang berada di lingkungan masyarakat. Satu profesi yang sama-sekali tidak aku kenal sebelumnya di masa kecilku, sebut saja pekerja social J Seorang temanku pernah bercerita kalau dia ingin menjadi seorang psikolog, namun rupanya garis takdir berkata lain, dia juga harus bertugas sama sepertiku yaitu bertemu dengan masyarakat banyak. Ada lagi seorang temanku yang seharusnya secara pendidikan menjadi seorang diplomat tapi juga malah terjun menjadi seorang pendidik usia dini, yang aku tahu dia memang sangat mencintai anak kecil tapi saya pastikan dia bukan seorang pedofil :p
Saat ini aku sedang bertugas melaksanakan program CSR perusahaan tambang terbesar di Kalimantan Timur, aku harus melaksanakan program pengembangan pendidikan di wilayah tersebut. Ketika mendapatkan tugas itu aku sangat bahagia sekali, karena buatku ketika harus bekerja dengan dunia anak bukanlah menjadi beban, tetapi menjadi kebahagiaan itu sendiri. Dan terang saja aku bahagia menjalani profesi ini. Rasanya bahagia ketika membimbing seorang anak yang tidak mengenal huruf abjad kemudian bisa membaca, rasanya bahagia sekali ketika mengajari anak yang buta nada kemudian bisa bersenandung dengan sangat indahnya…bahagia…bahagiaaaaaaaa sekali :D
Kemudian aku teringat kembali dengan “mimpi” kecilku dulu, aku ingin sekali menjadi seorang akuntan hebat. Karena rasanya keren sekali ketika menghasilkan uang banyak dengan menjadi seorang akuntan atau mungkin pengusaha. Aku kemudian berfikir ulang, ketika aku menjadi seorang akuntan ataupun seorang pengusaha akankah aku sebahagia ini? Ketika adikku menjadi seorang dokter, akankah dia juga sebahagia sekarang? Ketika seorang temanku menjadi seorang diplomat, akankah dia juga sebahagia ini? Akupun bertanya dalam hati, apa cita-citaku sekarang?
Hanya ada satu jawaban, aku ingin “BAHAGIA”. Mungkin ini memang keinginan semua orang, setiap orang tentu saja menginginkan hidupnya bahagia, namun kadang bahagia itu abstrak. Kembali ke individu masing-masing. Karena munurutku kebahagiaan itu bertautan erat dengan namanya harapan dan keinginan individu itu sendiri. Definisi bahagia menurutku adalah bisa membahagiakan keluarga terutama orang tua, bahagia itu adalah ketika tertawa lepas bersama anak-anak kecil yang menggemaskan. Bahagia itu adalah ketika menjadi seorang ibu yang selalu ada untuk anak-anak mereka. Yaahhh!!! Itu dia, profesi dan karir mulia yang mungkin jarang sekali terpikirkan di era sekarang ini. Jasa para pengasuh bayi semakin marak membuktikan bahwa profesi ibu rumah tangga sudah semakin langka diminati para wanita. Maka, tak jarang di Era sekarang ini banyak sekali penyakit-penyakit social yang menyerang anak-anak. Seperti misalnya “broken home”, anak-anak lebih kenal sama pengasuhnya daripada sama ibu yang melahirkannya. Anak-anak mulai berontak meminta hak mereka untuk di “asuh” oleh ibu mereka sendiri, karena bagaimanapun rasanya akan berbeda ketika bersama dengan ibu sendiri. Ada pertalian batin yang tidak bisa di gantikan oleh seorang ibu asuh. Miris sekali melihat banyak fenomena seperti itu sekarang ini.
Menurutku seorang ibu itu HEBAT dan LUAR BIASA. Dari seorang ibu yang hebatlah lahir seorang presiden yang hebat, dari seorang ibulah lahir seorang dokter yang hebat, dari seorang ibu pulalah lahir seorang motivator yang hebat. Namun kini profesi itu jarang sekali diminati para wanita. Bagaimana seorang ibu bisa rela melewatkan kata pertama yang di ucapkan anaknya, bagaimana seorang ibu bisa melewatkan langkah pertama pada anaknya. “Tidak!” seketika aku berkata dalam hati. Aku tak mau melewatkan masa-masa perkembangan dalam hidup anakku kelak, aku mau kebahagiaan masa kecil yang aku dapat dari seorang ibu yang berprofesi ibu rumah tangga juga dapat di peroleh oleh anak-anakku kelak. Anak-anakku pantas mendapatkan hal yang lebih baik dari yang pernah aku dapatkan sebelumnya. Apakah anda para ibu juga berfikir sama dengan saya? Mungkin iya dan mungkin juga tidak. Banyak hal yang mungkin menjadikan pertimbangan anda untuk tidak memilih profesi Ibu Rumah tangga, dan saya cukup mengerti. Tapi apakah anak anda akan cukup mengerti? Segalanya kembali lagi pada anda J
Ketika membuka facebook, kulihat notifikasi bahwa seorang teman memposting tentang Cancer. Asalnya aku iseng buka, mungkin ini di dorong bakat kepo juga sih :p aku membacanya dengan seksama. Dari tulisan yang seluruhnya dengan menggunakan bahasa inggris itu aku memahami beberapa bagian inti dari tulisan tersebut, di antaranya adalah “Kesehatan pikiran itu sangat membantu proses penyembuhan dari penyakit yang ada di dalam tubuh manusia”. Didalam tulisan tersebut dikatakan bahwa dengan berfikir positif maka akan mencegah sel cancer berkembang biak. Kemudian aku teringat pelajaran agama tentang “Khusnudzan” atau mungkin bisa kita anggap sebagai pikiran yang positif. Betapa dari dulu Allah sudah mengingatkan kita melalui perintahnya untuk selalu berfikir positif, yang tentu saja menambah keyakinan bahwa segala yang Allah perintahkan tentunya untuk kebaikan kita sendiri. Baiklah, mungkin terlalu berat untuk membahas dari segi agama, coba kita lihat dari segi perasaan kita saat mengalaminya seperti pengalamanku saat ini. Jujur, akhir-akhir ini aku merasa kondisi emosiku kurang stabil. Dan aku berfikir ini karena dampak dari periode bulanan seorang perempuan yang bawaannya berfikir negatiiif mulu, hingga rasanya pengen marah-marah. Tapi kemudian setelah membaca tulisan tersebut aku berfikir kembali dengan rasa “marah” yang ada di dalam pikiranku. Aku mencoba menilai dari sudut pandang yang lain. Aku mulai merasa lelah dengan rasa marah yang mulai mengendap didalam tubuhku. Kemudian aku mencoba mengingat saat-saat dimana aku memutuskan untuk berfikir positif, kemudian aku membandingkan kedua perasaan tersebut. Dan aku baru sadar ternyata ketika berfikir negatf rasanya lebih “berat” di bandingkan ketika kita berfikir positif. Rasanya ringan sekali…mungkin itu sebabnya berat badanku tak beranjak turun karena kebanyakan ketawa sehingga nyaris tanpa “Beban”.
Kembali ke pilihan berfikir tadi, sebetulnya kita sangat bisa mengendalikan diri kita. Apakah kita akan mengambil pilihan berpikir positif ataukah negatif. Bayangkan saja, berfikir positif/ Khusnudzan dapat mencegah sel cancer berkembang biak! Hmmmm luar biasa sekali bukan?! Sekali lagi semuanya kembali pada kita sendiri, yuuuuuuuk kita biasakan berfikir positif :)
SEMANGAT HIDUP??? Terkadang saya sering bertanya-tanya tentang kalimat tersenut.Apa sih arti dari semangat hidup? Apakah manusia sudah tak ingin hidup dan meninggalkan dunia ini lagi? Seandainya setiap orang ditanya “apakah kamu ingin mati sekarang?” saya yakin sebagian besar akan menjawab “tidak!” yaa…kecuali orang yang sedang dipenuhi beban hidup yang luar biasa sampai dia tidak bisa menahannya tentu akan menjawab lain. Lantas mengapa terkadang orang terlihat tidak bersemangat dalam menjalani kehidupan? Bagaimana karunia yang luar biasa ini bisa di sia-siakan begitu saja???
Ada beberapa pengalaman menarik yang terkadang membuat saya senyum-senyum sendiri dan terkadang tarik nafas panjang ketika mengingatnya. Ketika memasuki dunia sekolah menengah pertama terpatri dalam diri kalau saya berniat untuk menyelesaikan sekolah sampai ke perguruan tinggi, buat anda semua hal ini mungkin bukan sesuatu yang luar biasa, tetapi bagi saya yang orang kampung yang terlahir di antara orang-orang yang tidak memiliki semangat belajar yang tinggi merupakan perjuangan dan usaha yang sangat luar biasa, apalagi ditengah perekonomian keluarga yang memang jauh jika di bilang cukup, walaupun menurut kami yang masih bisa makan seadanya setiap hari sudah bisa di bilang cukup J banyak hal sulit yang harus saya lewati. Keinginan untuk menjadi akuntan hebat yang berasal dari salah satu instansi pendidikan pemerintah ternama yang bernama STAN harus pupus karena hasil tes yang tidak bisa diterima. Hari ini ketika saya evaluasi kegagalan saya hari itu, saya bersyukur! Walaupun pada saat itu terasa sangat berat dan menyalahkan keadaan saya yang tidak mampu untuk mengikuti les-les seperti yang dilakukan teman saya yang kehidupan ekonominya mapan. Saat ini saya bisa bilang bersyukur saat itu saya tidak lulus, karena dengan ketidak lulusan itu Allah menunjukan jalan yang lain yang ternyata jaaaaaaauuuuuuuuuuuuhhhh ribuan kali lebih baik, allah menggantinya dengan hal yang luar biasa. Ketika saya tidak lulus di STAN, ALLAH mengantarkan saya meniti jalan SPMB. saat itu saya tidak berharap banyak karena saingan yang saya hadapi tidak sedikit, bisa jadi ribuan orang akan bersaing untuk satu kursi di sebuah perguruan tinggi. Seorang kakak sepupu yang mempunyai semangat luar biasa membimbing dan memotivasi untuk terus berjuang dan tak menyerah membuat sedikit percikan semangat di hati saya. Kemudian saat itu saya berbicara pada hati sendiri “saya akan berusaha sekuat tenaga saya, semampu saya, berdoa tanpa henti, dan memasrahkan semuanya kepada sang Maha pemberi keputusan” saat itu saya hanya pasrah karena di saat orang lain sibuk mengikuti bimbingan belajar di tempat-tempat yang ternama saya hanya mampu belajar di buku panduan SPMB “lungsuran” dari kakak sepupu J namun bagi saya itu sangatlah cukup, karena segalanya hanyalah ikhtiar yang dilakukan manusia, keputusan tentu saja ada di tanganNya J dan sayapun dengan tenang mengikuti ujian SPMB.
Seminggu kemudian (kalau gak salah :p) bapak meminta adik saya untuk membeli Koran Kompas, awalnya saya tidak mudeng dengan perintah bapak. Saya hanya berpikir “tumben bapak mau beli Koran”. Karena dengan keadaan kami yang saat itu sangat sulit, membeli Koran merupakan hal yang akan dipikirkan ribuan kali. Kemudian bapak bilang kalau hari itu adalah pengumuman hasil SPMB. Seketika hati saya berdesir, ada rasa takut melihat wajah ceria itu menjadi murung ketika nama saya tak tercantum di daftar orang-orang yang lulus SPMB. Saya hanya tersenyum dan berdoa dalam hati semoga hasil di Koran itu tidak mengubah senyum di wajahnya. Hari itu saya tetap di rumah, karena selain menunggu hasil SPMB tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Via (adik saya) pulang dari sekolah dengan membawa Koran pesanan bapak. Saya yang sedang dikamar terkaget dengan teriakan bapak yang kemudian menghampiri dan mencium yang bahkan tanpa disadarinya memukul pundakku dengan keras. Saya bingung dan tak mengerti, kemudian bapak memperlihatkan Koran yang di bawa oleh via. Dia menunjukan hasil SPMB yang mencantumkan nama saya didalamnya. Ahhhh Rabbi rasanya lemas, ingin meleleh air mata, tapi senyum yang terkembang di wajah bapak membuatku ikut tersenyum pula.
Teman…rasanya ketika melihat senyum itu tak ada lagi kebahagiaan yang bisa menandinginya. Jadi apalagi yang harus ku sesalkan dengan kehidupan ini, nikmat tuhan mana lagi yang akan kita dustakan? Tahukah anda, ketika saya pertama masuk kuliah yang jurusannya menurut saya asing karena ini jurusan alternatif yang saya pilih asal karena tidak terlalu berharap di dalamnya?saya di pertemukan dengan saudara-saudara baru yang luar biasa. Saudara-saudara yang menginspirasi saya dan merubah gadis pemalu menjadi gadis “tak tahu malu” :p. Dari dulu saya sangat pemalu dan sangat sulit menghilangkan penyakit itu. Namun dengan saudara-saudara yang luar biasa yang dipertemukan di kampus baru jurusan yang asing semua penyakit itu menguap begitu saja J Saya tahu setiap orang mengalami masalah yang berbeda bahkan mungkin ada yang jauh lebih berat dari yang saya alami saat itu. Tapi poinnya bukan disitu teman. Tidak mungkin Allah memberikan kesulitan yang hambanya tidak mampu menjalaninya. Percayalah buat saya setelah senyum indah dari bapak itu mengikuti kebahagiaan-kebahagiaan lain. Begitupun dengan anda semuanya, saya yakin banyak sekali kebahagiaan yang akan menghampiri anda tatkala “susah” telah menyapa anda. Jadi, Mari kita syukuri hidup kita yang singkat ini J
28 mei 2012
Hari ini aku menghabiskan waktuku dengan tidur…hehe…badannya udah ga sanggup buat beraktifitas. Bagaimana tidak, hampir 2 minggu ini aku tidak punya satu haripun untuk beristirahat full. Banyak sekali aktifitas kerja yang harus dilaksanakan, tapi alhamdulillah seneng banget ^_^. Banyak ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Mulai dari bertemu dengan orang-orang yang bisa memberikan “pengaruh” mengembangkan potensi diri sampai menemukan pemandangan alam yang jarang di temukan di pulau jawa. Dua hari kemarin aku meghabiskan waktu untuk beraktifitas di daerah muara samu. Satu daerah yang aku sendiri tidak tahu letak lokasinya di peta kabupaten paser ini. Bukan karena tidak ada dalam peta, tapi lebih kepada aku sendiri masih buta dengan wilayah kaltim ini ^_^
Untuk sampai kesana dari kuaro aku harus menuju ke arah batu sopang, tapi aku juga tidak tahu apakah ada jalan yang bisa langsung atau tidak, yang pasti aku menuju ke arah batu sopang karena untuk 2 hari pelatihan aku akan tinggal di mess kantor yang ada di batu sopang. Untuk menuju muara samu dari batu sopang memerlukan waktu 1,5 jam dan tentu saja karena acaranya pagi akupun dan teman-teman tim yang lain juga berangkat sangat pagi agar tidak terlalu siang sampai di tempat tujuan nanti. Sebelumnya kami sarapan dulu, dan khas sarapan daerah paser umumnya adalah pecel madiun. Aku juga heran apakah paser sendiri mempunyai makanan khas daerah atau tidak, karena yang banyak di temui adalah makanan-makanan yang justru biasa aku temui di pulau jawa. Tapi beberapa waktu yang lalu salah seorang guru bercerita bahwa paser juga mempunyai makanan khas sendiri yaitu kue yang semacam apem kalau di pulau jawa dan juga kemplang, semacam kerupuk udang yang dibuat oleh penduduk pesisir paser. Karena tidak banyak pilihan akupun memutuskan sarapan dengan makan pecel, tidak lama kamipun melanjutkan perjalanan. Kami mulai memasuki jalan kecil yang mana jalannya hanya muat untuk satu mobil, jadi ketika ada mobil lain yang berpapasan dengan kendaraan kami, harus ada yang mengalah di antara kami untuk lebih minggir kearah trotoar jalan yang ‘bukan trotoar’. Selama perjalanan aku seperti biasa terpesona dengan suguhan alam, tak henti bersyukur dan berdecak kagum atas karuniaNya, bersyukur karena diberikan kesempatan untuk menikmatinya :) selama perjalanan kami melewati hutan, perkebunan rakyat, dan dengan kondisi jalan yang tidak beraspal. Ada juga sih jalanan aspal dan itu hanya beberapa ratus meter dekat batu sopang dan di daerah kecamatan muara samunya itu sendiri. Selebihnya hanya jalanan biasa dengan batu, sehingga katanya ketika hujan tiba jalanan tersebut tidak bisa dilewati. Bukan hanya karena jalanan yang penuh dengan tanah basah dan dalam tapi juga ada beberapa kawasan jalan yang memang ketika hujan datang akan disapa oleh banjir. Aku juga kurang mengerti, kenapa kawasan hutan seperti itu bisa terjadi banjir, mungkin juga karena pembalakan liar yang memang sudah biasa kita dengar beritanya di tanah borneo ini. Sepanjang perjalanan seperti biasa kami bisa melihat pemandangan pohon cantik dan unik, jalanan yang kami lewatipun turun-naik perbukitan. Kabut-kabut menutupi beberapa perbukitan sehingga menjadikan pemandangan menjadi sangat sempurna indah di pagi hari yang luar biasa itu. Seru sekali karena untungnya kami di angkut oleh kendaraan tambang yang selalu aku dambakan untuk menaikinya, sehingga sangat nyaman dan menyenangkan. Ini juga salah satu alasan kenapa di kalimantan ini banyak sekali mobil sport dibandingkan mobil jenis sedan dan minibus, karena memang kondisi wilayah yang dilewati lebih baik menggunakan kendaraan sport seperti kendaraan-kendaraan tambang. Kecuali jika memang anda mempunyai uang berlebih untuk sering-sering membeli mobil, hehehe…akupun melihat ada beberapa jembatan sepanjang perjalanan. Jembatan tersebut dibuat untuk menghubungkan jalan yang terpotong karena aliran sungai. Ada beberapa orang yang sedang melakukan aktifitas pagi dengan bermandi di sekitar sungai saat mobil kami melintasi jembatan sungai tersebut. Mungkin jika aku harus mandi di muka umum seperti itu akan berfikir berkali-kali sebelum melakukannya, namun berbeda dengan mereka, tidak ada pilihan lain, satu-satunya pilihan sumber air hanyalah sungai yang melintasi perkampungan mereka. Karena untuk air bersih sendiri di tanah paser ini agak sulit, kalau tidak dari sumber air gunung yaa sungai inilah yang bisa digunakan. Air sungai sendiri tidak sejernih yang ada di tanah jawa. Warnanya agak kuning, bahkan untuk di tanah grogot yang pernah aku kunjungi warna airnya itu coklat seperti kopi susu. Hal ini tidak lebay, aku mengatakan yang sesungguhnya! Maka jika anda yang hidup di tanah jawa ataupun di luar borneo ini bisa menikmati air yang begitu jernih dan didapatkan dengan mudah maka bersyukurlah, karena masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung anda, buktinya yaa masyarakat paser ini. Selain melewati beberapa jembatan yang kadang juga tidak terlihat jembatannya ketika hujan datang, kami juga melewati jalan holing. Yappp jalan favorit karena aku bisa melihat pasukan transformer melintas didepanku. Tapi rupanya kami hanya menyebrang saja, tidak melewati rute holingnya itu sendiri…tapi gak papa, yang penting bisa melihat pasukan transformer walau hanya selewat :D setelah itu kamipun melanjutkan menikmati pemandangan perbukitan yang cantik. Ada satu wilayah yang sangat menarik perhatian, yaitu daerah peternakan yang juga merupakan program CSR dari Kideco. Disana merupakan tanah yang berbentuk lereng, ada kandang-kandang untuk hewan ternak yang katanya sapi dan bebek petelur kalau tidak salah. Di bawah kandang-kandang tersebut terdapat sungai yang tenang yang meliuk seperti ular yang sedang berjalan yang dikelilingi oleh pohon dan rumput-rumput gajah yang memang sengaja di tanam sebagai pakan ternak, jadi ketika posisi kami dijalan atas peternakan tersebut, mulutkupun “menganga” ketika melihat pemandangan yang cantik tersebut. Kalau kata pak Roby “pemandangannya cocok banget buat Objek”. Istilah ini kami gunakan karena kami sedang sangat senang belajar fotography :)
Setelah perjalanan yang luar biasa akhirnya kamipun sampai di tempat tujuan, yappp kantor kecamatan Muara Samu. Disinilah kami akan beraktifitas selama 2 hari kedepan. Peserta yang di undang cukup banyak sekitar 46 orang, tapi yang datang justru lebih dari undangan yang di sebarkan. Apresiasi masyarakat yang cukup baik, bahkan luar biasa karena ternyata ada peserta yang lokasi rumahnya justru dua kali lipat dari perjalanan yang kami tempuh. Hmmm so amazing dengan orang-orang yang memiliki semangat untuk maju. Meski di daerah pelosok dan pedalaman mereka tidak pernah lelah dan menyerah untuk mencari ilmu guna di berikan pada anak didik mereka. Padahal kegiatan pelatihan ini tidak memberikan uang transport seperti halnya pelatihan-pelatihan yang biasa aku dengar di pulau jawa sana. Selama pelatihan para peserta sangat bersemangat dengan setiap materi yang diberikan, pelatihan itu sendiri tentang PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) yang mana pelaksanaannya sendiri dilakukan langsung praktek di tempat. Sehingga semua peserta dapat dengan mudah untuk mempraktikannya di sekolah masing-masing. Aku sendiri terkagum-kagum dengan media yang digunakan, ternyata memang benar banyak cara untuk membuat belajar menjadi menyenangkan. Dan baru aku tahu kalau permainan-permainan ular tangga, halang rintang, dan juga lagu bisa di modifikasi sebagai sarana belajar. Aku sendiri sangat menikmati pelatihan tersebut, padahal hanya melihat apalagi yang mengalaminya langsung, what amazing days :D
Di akhir acara semua pihak memberikan kesan tentang pelatihan, dan kesemuanya memberikan respon yang positif. Semoga bermanfaat bapak dan ibu guru muara samu, senang rasanya bisa terlibat memberikan kebahagiaan untuk kalian semua. Yang menentukan muara samu 10 dan 20 tahun kedepan adalah kalian para pengajar selain orang tua tentunya. Karenanya tetaplah jaga semangat kalian untuk menjadikan republik ini, khususnya muara samu untuk jadi lebih baik! :D
25 Mei 2012
Hari ini kesekolah seperti biasa…walopun lelah namun bayangan senyum anak-anak selalu menggoda dan meningkatkan semangat dalam tubuh…entah…tapi alhamdulillah :D
Petualangan selanjutnya sedang menanti…suatu hari aku pernah bertanya sama mbak manda. Ketika melewati jembatan ke arah tanah grogot, ada sebuah jalan di bawah jembatan yang membuatku tertarik. jalannya mulus…mengkilat, seolah melambaikan tangan dan mengajakku untuk mencoba melewatinya…setiap kali melewatinya aku merasa tertarik untuk melihatnya walau hanya sekejap..mataku selau bersinar walaupun sebelumnya dalam keadaan mengantuk…aku sendiri tidak tahu daerah apa tepatnya, namun rasa yang penasaran memaksaku untuk bertanya jalan apakah gerangan…kemudian mbak manda menjelaskan bahwa jalan tersebut adalah jalan yang biasa di lewati oleh angkutan perusahaan tambang untuk mengangkut batu bara ke kapal laut pengangkut. Jalan tersebut tidak sembarangan bisa dilewati oleh umum, jadi jalan itu sangat spesial sekali buatku yang memang sangat penasaran. Jalan itu biasa di sebut dengan jalan ‘Holing’.
Pada hari ini aku akan menginap di batu kajang, yaitu basecamp kedua setelah kuaro di paser ini untuk membantu mengadakan pelatihan bersama tim kideco. Dari jakarta dikirimkan tim untuk mengaping trainer yang akan mengisi pelatihan, dan akupun akan di jemput untuk pergi bersama ke tempat tujuan yaitu batu sopang. Daaaan kabar baiknya adalah dengan sangat baik hati tim dari jakarta di jemput oleh mobil kideco dan memberikan kesempatan untuk melewati jalan holing tersebut…yeaaahhhh aku teriak kesenengan! Apalagi mas fian dengan sangat baik mempersilahkan aku untuk duduk di depan, “biar puas menikmati pemandangan” katanya..
Pertama aku memasuki mobil dari perusahaan kideco sudah terasa kenyamanan yang luar biasa, ademmm, nyaman, ditambah alunan lagu-lagu love song (biasanya masyarakat sini hobinya disko dangdut gak jelas yang kalo lama didengerin sukses bikin kepala sakit:p tapi berhubung ini standar kideco jadi dibuat senyaman mungkin sesuai kebutuhan tamu)..hmmm komplit sudah! :D ketika akan memasuki jalan holing rasanya deg-degan, seperti mau menyambut hari lebaran waktu kecil dulu. Para security memeriksa ID Card dari driver kami, tak lupa kamipun mengaktifkan radio mobil dan memasang lampu kuning di atas mobil. kemudian kamipun secara perlahan memasuki jalan holing. Jalannya bersinar, awan-awan menyambut kami dengan menari dan membentuk sesuatu yang cantik dan unik. Dengan baik mas driver membawa kami dengan tarian lincah antara komunikasi persneling dan gas yang sangat baik, sehingga menyempurnakan wisata ‘holing’ kami. Pohon-pohon di pinggir berdiri dengan anggun, sesekali ada yang tampak tegas dan berwibawa..debu-debu batu bara sisa dari jatuhan truk pengangkut sangat indah tersapu angin, terlihat seperti adegan munculnya ‘you know who’ dalam film harry potter. Namun kesemuanya membentuk komposisi pemandangan alam yang luarrrr biasa, thanks god for this beautiful views *_* jalan yang kami lewati juga baik, mengkilat..bersinar…mulus…dan tentunya jauh lebih baik dari jalan kabupaten bahkan jalan provinsi itu sendiri. Ketika tengah asik melihat view yang luar biasa tiba-tiba dari arah berlawanan muncul truk dengan dua bak terbuka yang di angkutnya, truk ini tidak seperti truk yang biasa kita lihat dijalanan jalur pantura. Truk ini berbeda, mulai dari ukuran ban-nya saja setinggi mobil yang kami kendarai, sampai bentuk mobil yang unik seperti mobil-mobil yang ada di film transformer ^_^. Mobil ini melaju sangat cepat, dan kami yang mengendarai mobil kecil harus mengalah ketika mobil tersebut berpapasan. Mobil tersebut tidak bisa di rem dan berhenti sekaligus. Butuh beberapa ratus meter untuk benar-benar berhenti. Pernah suatu hari ada mobil kecil yang berjalan didepannya dan kemudian tiba-tiba mati harus berakhir menjadi rempeyek karena truk tersebut tidak bisa berhenti secara mendadak. karenanya diberlakukan aturan untuk mengaktifkan radio komunikasi ketika melewati jalur holing tersebut. Dan itu juga yang menjadi salahsatu alasan kenapa jalan holing bukan untuk jalan umum. Sepanjang perjalanan rasanya tidak seperti berada di indonesia…rasanya sedang berada di negeri antah berantah dengan pemandangan yang luar biasa. Tak henti-hentinya bersyukur atas kesempatan indah ini :) saat itu aku berfikir, ketika kideco telah selesai beroperasi tempat ini akan lebih baik jika dijadikan tempat wisata alam. Semuanya sempurna disini, ketika orang tengah penat dengan rutinitas jakarta yang macet dan penuh polusi, maka wisata holing ini sangat direkomendasikan aku rasa…tiba-tiba aku di kagetkan dengan adanya beberapa motor yang melintas di kawasan ini, aku sangat heran karena yang aku tahu sangat dilarang memasuki kawasan ini secara sembarangan. Bahkan ada pasangan suami istri yang membawa anak kecil, bukan hanya nyawa yang terancam oleh lintasan truk-truk pengangkut batu bara, namun juga dari debu-debu halus yang tersapu angin tadi yang akan meremas paru-paru imut anak-anak yang seharusnya tumbuh dengan sempurna. Kemudian akupun bertanya, kenapa kebijakan peraturan yang dikeluarkan kideco tidak bisa ditegaskan pada semua orang. Namun dengan santai, mas hendra driver kami menjelaskan bahwa yang lewat biasanya masyarakat luar tanpa ikatan dengan kideco. Artinya, ketika karyawan kideco yang melakukannya maka konsekuensinya adalah mereka bisa kehilangan mata pencahariannya. Harus selesai hubungannya dengan kideco saat itu juga, kasarnya KAMU DI PECAT SEKARANG JUGA!!! Namun berhubung itu yang melakukan masyarakat sekitar yang bebal, akhirnya perusahaanpun tidak bisa berbuat banyak. Hanya saja apapun yang terjadi resiko ditanggung si pengendara bandel. Hmmm, indonesia…indonesia…kapan bisa sadar dengan keselamatan sendiri…semoga segera :) Tak terasa perjalanan yang sebenarnya sangat jauh dan butuh waktu tempuh yang lama terasa sangat sebentar buatku…sungguh perjalanan yang luar biasa..bikin nagih…^_^ dan disnilah aku…disebuah tempat yang bisa dibilang metropolitan di tengah hutan yang bernama batu sopang…sebuah kota kecamatan yang ramai karena keberadaan kideco…
22 mei 2012
Hari sabtu kemarin, tepatnya tanggal 20 mei 2012 aku ditugaskan kantor untuk menjemput nara sumber. Beliau seorang perempuan, dosen di salah satu universitas swasta di jakarta. Hanya itulah informasi yang aku dapat. Aku berangkat sangat pagi dan di antar oleh pa jihan (Driver kantor) seperti biasa. Perjalanan kuaro-penajam di tempuh dengan 3 jam perjalanan. Sebelum berangkat aku sempat diberikan kuliah singkat untuk sampai ke airport sepinggan balik papan. Seperti biasa dalam amplop uang bekal perjalanan, mbak manda menuliskan detail kebutuhan perjalanan yang kurang lebih seperti berikut:
- Uang bensin : 70000
- Parkir mobil penajam : 20000
- Bayar asuransi pelabuhan : 2000
- Boat penajam-semayang : 80000
- Taxi semayang-airport sepinggan : 70000
- Makan siang : 100000
- Taxi airport sepinggan-semayang : 70000
- Boat semayang-penajam : 80000
Sesampainya di penajam aku melakukan instruksi seperti yang mba manda bilang, karena memang ini trip pertamaku keluar kuaro sendiri. Aku sih seneng-seneng aja karena bisa jalan-jalan. Akupun melaju mengarah ke loket petugas pelabuhan dengan maksud untuk membayar karcis asuransi seperti yang mba manda bilang, namun aku kaget karena setelah ditanya harga karcis adalah lebih dari 2000, tetapi 12000. Saat itu aku tidak berpikir panjang, “yah sudahlah palingan juga nombok”. Kemudian akupun terus melaju menuju dermaga tempat speed boat berlabuh. Aku bingung karena aku gak tahu harus menaiki boat yang mana, karena pada saat itu tak ada yang menawarkan boat untuk di sewakan. Saat itu aku hanya melihat satu boat yang penuh oleh satu keluarga yang juga akan menyebrang. Akhirnya akupun memutuskan untuk bertanya pada seorang bapak yang juga terlihat akan menyebrang juga. Ketika di tanya ternyata bapak tersebut juga gak tahu harus kemana, dan kupikir mungkin bapak ini juga baru sama halnya seperti diriku. Akhirnya bapak itupun bertanya pada petugas, dan petugas pelabuhanpun akhirnya mengumpulkan setiap orang yang sudah membeli karcis tadi dan memerintahkan seseorang operator speed boat untuk mengangkut kami, tanpa babibu akupun naik dengan bantuan si bapak yang tadi aku tanya. Aku sempet bertanya sama bapak yang tadi kemana arah ini, karena khawatir nyasar. Kalau nyasar bisa beribet, aku gak mau kalau sampai narasumber harus menungguku. Akhirnya bertanyalah aku pada bapak yang tadi dengan harapan boat ini tidak akan membawaku lari dari semayang. Aku bertanya banyak hal mengenai kendaraan yang bisa digunakan untuk sampai di sepinggan seperti instruksi mbak manda yaitu taxi, Dan bapak tersebut dengan sabar menjelaskan alternatif kendaraan yang bisa digunakan untuk sampai ke sepinggan. Alhamdulillah aku gak nyasar, namun aku bingung karena ternyata aku gak dipungut biaya lagi. Kupikir akan menambah biaya 80000 seperti yang dituliskan mbak manda di amplop perimbon yang ditititpkannya. Hahaha senangnya ternyata aku gak jadi nombok! :D Sesampainya di pelabuhan semayang akupun mengikuti langkah bapak yang baik hati, sampai dia berpapasan dengan seorang bapak-bapak yang duduk di motor diapun menyarankanku untuk bertanya kendaraan yang bisa digunakan. Aku pikir bapak tersebut adalah sopir taxi, namun ternyata bapak tersebut biasa mengantar kliennya dengan menggunakan motornya a.k.a OJEK meskipun itu ke bandara! Pada awalnya mbak manda menyarankan aku untuk menaiki taxi (jangan bayangkan taxi itu adalah blue bird, express, putra ataupun sejenisnya. Karena di Paser ini semua kendaraan umum roda 4 di bilang taxi termasuk angkot) namun bapak ojek tersebut dengan meyakinkan bahwa beliau bisa mengantar aku dengan cepat ke tempat tujuan dan dengan harga yang lebih murah di banding taxi mobil tentunya. Akupun yang bermental gembel merasa tertarik dengan tawarannya, akhirnya akupun naik ojek ke bandara sambil menikmati pemandangan dan cerita-cerita seputar balikpapan dari bapak ojek yang aku kenal akhirnya bahwa beliau bernama Rudi. Kami bahkan sempat bertukar no. Handphone, pak rudi dengan baik hati menawarkan tumpangan seandainya aku ingin jalan-jalan di balikpapan :D aku sih dengan senang hati menerimanya, buatku menjalin silaturahmi berarti menambah rejeki :D satu hal lagi, dengan caraNya, Allah bisa membuatku lebih hemat biaya perjalanan :D
Sampai di bandara ternyata baru pukul 11 WITA. Karena landing dari pesawat pukul 12.30 WITA, maka akupun menunggu setelah sebelumnya mengirimkan pesan singkat pada narasumber yang akan ku jemput. Pada pukul 12.50 WITA ternyata pesawat baru landing, namun belum bisa menghubungi narasumberku. Aku bingung karena khawatir beliau tidak jadi dateng dan lain sebagainya. Kepanikan berkahir ketika akhirnya sang narasumber mengirimkan pesan singkat bahwa beliau sedang mengantri untuk mengambil bagasi. Akupun membalas pesannya dengan menyebutkan ciri-ciri dan posisi tunggu, tidak lama ada sesosok perempuan masih muda menghampiri dan menyapaku, rupanya beliau adalah narasumber yang selama ini aku tunggu. Sempet heran ternyata tidak sesuai ekspektasiku, aku pikir narasumberku adalah sesosok ibu-ibu yang sudah tua. Haha ternyata aku salah, beliau adalah sesosok wanita muda yang ekspresif, enerjik, dan mempunyai kekuatan untuk bisa memberikan energi positif pada semua orang. Kami langsung berkenalan, shalat,makan siang dan ngobrol-ngobrol sampai akhirnya di site Kuaro. Entah kenapa saat itu, kami bisa langsung klop untuk bercerita satu sama lain. Aku merasa banyak hal dari kata-katanya yang sangat menginspirasi, dan ternyata baru ku tahu setelahnya beliau adalah seorang penulis dan konsultan selain seorang pengajar tentunya. Hmmm..luar biasa pikirku saat itu. Beauty, Brain, Behavior, dia miliki segalanya…sempurna. di hari pelatihan pertama aku tidak bisa mengikutinya, padahal saat itu ingin sekali aku mencuri ilmunya yang luar biasa. Namun karena tugas kami (aku dan mba manda) harus berbagi, akhirnya baru bisa menyusul training tersebut setelah aku membantu anak-anak kelas VI mengerjakan buku kenangan di sekolah. Akupun tanpa basa-basi langsung bergabung dengan peserta untuk menyimak setiap materi yang akan disampaikan. Sekali lagi Allah sangat baik padaku, ternyata materi yang di sampaikan belum begitu jauh. Akupun dengan semangat menyimaknya menyampaikan setiap materi. Beberapa kali aku merasa merinding dengan setiap kata-kata yang di ucapkan penuh semangat memotivasi kami para audience. Aku merasa kata-kata ini bukan hanya sekedar bualan, namun dari hati yang ingin menyampaikan semangatnya mengajar pada semua audience yang hadir. Setelah kupikir, tentu saja beliau mencoba mentrasfer semangatnya pada kami dengan hati. karena kalau tuntutan beliau hanya sekedar materi, beliau tidak perlu repot datang ke tempat kami yang jauh dari peradaban pendidikan seperti halnya kota besar jakarta dan lainnya. Beliau pula yang menginspirasiku untuk menulis, beliau sangat menyayangkan pengalamanku di mentawai tidak di dokumentasikan dengan tulisan. Akupun yang sedang semangat belajar banyak hal tentu saja merasa terbakar. Aku semangat ingin menimba ilmu lebih banyak seperti halnya niat awalku sebelum ke paser. Terimakasih banyak mba syefriani darnis…terima kasih banyak Allah atas segala kejutanNya :D can’t wait for another surprise ^_^
Selama pelatihan aku sibuk bolak-balik karena tugasku dalam pelatihan ini merangkap, lebih tepatnya semuanya dikerjakan sendiri! Ya nge-MC, jadi ice breaker,jadi front office,nyiapin snack dan makan siang dan semua hal lainnya. Hingga pada saat di tengah materi akupun harus ke depan karena ternyata ada petugas catering yang mengantarkan makan siang untuk peserta, akupun yang asik menyimak materi terpaksa harus menyambut petugas catering tersebut. Pada saat menyiapkan makan siang aku melihat 2 orang bapak yang keluar dari materi. Mereka kemudian mengobrol sambil merokok, khas bapak-bapak pada umumnya ketika merasa mengantuk dan jenuh denga kondisi yang di alaminya. Akhirnya akupun mencoba masuk dalam obrolan mereka. Aku mulai bertanya tentang pelatihan yang ku adakan ini, tadinya hanya sekedar ingin tahu sebagi bahan evaluasi kami sebagai penyelenggara. Rupanya mereka cukup mengapresiasi baik pelatihan ini, namun obrolan berlanjut dengan pertanyaanku yang sedikit membredeli mereka. Aku mulai tahu ternyata kenapa kedua bapak ini keluar dari ruangan ternyata mereka sudah jenuh dengan segala rutinitasnya, karena terlihat di wajah mereka kalau mereka stress. Salah seorang bapak bilang ”konsep ini akan ideal dijalankan ketika kami memegang satu kelas saja, tapi kondisi di kami ini masih banyak guru yang merangkap. Kami bahkan kadang harus memegang 2 kelas secara bersamaan dengan level kelas yang berbeda. Dan saya sudah pernah mengalami itu 12 tahun. Cukup kenyang rasanya dengan kondisi seperti itu” akupun bertanya, berapa orang guru yang mengajar saat bapak mengalami kondisi tersebut? Beliau menjawab. Gurunya sebenarnya ada 4 orang, namun yang aktif hanya 2 orang itupun satu kepala sekolah dan satu lagi guru agama. Yang lainnya tidak jelas keberadaannya. Mungkin karena sudah merasa PNS jadi mereka tidak khawatir untuk mengalami pemecatan, lagian siapa juga yang mau ngecek ke pedalaman tempat saya mengajar itu bu” tuturnya. “Daerah itu mungkin tak ada orang pemerintahan atas yang tahu, daerahnya saja terpencil, jangankan untuk minum, untuk mandi saja mereka harus beli air. Namun sekarang bapak tersebut ternyata sekarang sudah tidak lagi berada di wilayah dan dalam kondisi tersebut. Sekarang sudah lebih baik karena di tempatkan di kuaro ini, diapun sudah tidak lagi menjadi tenaga honorer namun sudah menjadi PNS. Namun dengan pengalamnnya tersebut dan metode pengajaran konvensional yang kadang ketika anak sudah terlalu bandel dan sudah tidak bisa diapa-apakan lagi mereka hanya mendiamkan anak tersebut tanpa usaha untuk mencari metode lain agar anak bisa lebih baik, dan hal itu menjadikan pola kebiasaan pada metode pengajaran beliau. Apalagi dengan kondidi SK masih di Bank dan sang Kebun Sawit belum menghasilkan menambahkan stress pada guratan muka si bapak tersebut. sudah menjadi rahasia umum kalau para pengajar di tanah Paser ini sebagian besar adalah petani sawit. Akupun yang bawel terus bertanya mengenai pengalaman mengajarnya. Ternyata beliau tidak hanya megajar matematika, namun juga SBK. Akupun bertanya, selama ini SBK apa yang biasanya diberikan pada anak. Dan dengan santai si bapak bilang “biar mudah saya suruh anak gambar saja”. Akupun makin penasaran, memangnya bapak tidak pernah mengajarkan pelajaran yang lain seperti menyanyi atau memainkan alat musik misalnya? Diapun bertutur “saya pernah mengikuti pelatihan menari daerah mba, misalnya tari Gong, tari perang-perangan, tari belian, dan tari-tari dari jawa juga”. Akupun jadi lebih tertarik dengan pembicaraan tentang tarian asli kalimantan timur ini. Kata si bapak, tarian kalimantan ini ada macam-macam seperti yang telah disebutkan. Tarian-tarian kalimantan sebagian besar ditarikan oleh penari laki-laki seperti misalnya tarian gong dan perang-perangan. Untuk tari belian ini adalah tarian spesial, karena katanya tarian ini khusus ditarikan untuk orang sakit. Maksudnya adalah ketika seseorang mengalami sakit yang berkepanjangan yang susah sekali di obati dimanapun baik pengobatan medis maupun tradisional, maka tarian ini akan dilaksanakan. Tarian ini semacam meminta bantuan roh nenek moyang untuk membantu. Namun, orang yang akan ditarikan tarian belian ini harus ikhlas, karena kondisi yang akan diterima stelahnya. Biasanya setelah tarian ini dilaksanakan maka orang tersebut hanya memiliki satu pilihan, tetap hidup atau mati. Tarian ini katanya sekarang sudah jarang dan mungkin tidak ada di paser ini, karena seiring berkembangnya ajaran agama islam di paser tarian inipun sudah lama hilang namun tetap menjadi warisan budaya yang tetap harus diketahui anak-cucunya. Bapak ini yang baru kukenal bernama pak bambang ini sebetulnya memiliki semangat untuk mengajar seperti diketahui dari cerita awalnya ketika beliau pertama mengajar, namun ternyata semangatnya pupus ketika setelah berjuang 12 tahun hanya dia yang ternyata konsisten dengan semangatnya…bapak, semoga semngat itu tumbuh lagi…kami, khususnya saya akan berusaha untuk mentransfer semangat itu! ^_^